Selasa, 12 Juli 2016

Kertas Kerja

Kertas Kerja
Setiap akhir periode (akhir tahun) perusahaan wajib menyusun laporan keuangan, sekurang-kurangnya laporan laba/rugi dan neraca. Untuk mengikhtisarkan semua data akuntansi diperlukan suatu kertas kerja (worksheet).
Pengertian Fungsi Contoh Beserta Tujuan Jurnal Penyesuaian dan Kertas Kerja

Kertas kerja merupakan suatu lembaran berlajur yang dirancang untuk mengikhtisarkan semua data akuntansi sehingga memberikan gambaran tentang laba/rugi perusahaan serta saldo harta, utang, dan modal perusahaan.

Kertas kerja perlu disusun sebelum menyusun laporan keuangan karena mempunyai fungsi sebagai alat bantu untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan. Selain itu, kertas kerja berfungsi membantu proses penutupan akun buku besar.

Bentuk Kertas Kerja

Menyusun kertas kerja tanpa ayat penyesuaian lebih mudah dan sederhana jika dibandingkan dengan kertas kerja yang disertai ayat penyesuaian. Karena saldo akun (neraca saldo) telah mencerminkan jumlah yang sebenarnya.

Kertas kerja adalah suatu daftar tempat pencatatan neraca saldo, penyesuaian serta penggolongan akun buku besar, yang dipergunakan sebagai alat bantu untuk menyusun laporan keuangan bentuknya berlajur-lajur maka kertas kerja sering disebut neraca lajur

Fungsi Kertas Kerja

Fungsi kertas kerja dalah sebagai alat bantu dalam menyusun laporan keuangan. karena fungsinya sebagai alat bantu untuk mempermudah dalam menyusun laporan keuangan, maka penyusunan kertas ini bukan tujuan akhir dalri akuntansi.

Tujuan menyusun kertas kerja 

1. Mempermudah dalam menyusun laporan keuangan
2. Mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi saat menyusun jurnal penyesuaian.
3. Memeriksa kereparan perhitungan yang dilakukan.

Jurnal Penyesuaian


Setelah kamu mengetahui jurnal umum, neraca saldo dan buku besar maka ada beberapa hal yang harus kamu pelajari lagi yaitu mengenai pengertian jurnal penyesuaian, Pengertian kertas kerja, fungsi kertas kerja. tujuan kertas kerja, fungsi jurnal penyesuaian, tujuan jurnal penyesuaian, contoh jurnal penyesuaian dan Ayat Penyesuaian.


Jurnal Penyesuaian

Ayat Penyesuaian dan Kertas Kerja Sepuluh kolom


Perlu diketahui bahwa kertas kerja enam kolom disusun tanpa ayat penyesuaian. Hal ini berarti saldo-saldo akun yang terdapat dalam neraca saldo dianggap telah menunjukkan jumlah yang sebenarnya.


Akan tetapi, perlu diingat bahwa biasanya pada akhir periode belum semua akun saldonya telah mencerminkan jumlah yang sebenarnya (riil).


Begitu juga akun pendapatan dan beban belum menunjukkan jumlah sebenarnya selama periode yang bersangkutan.
Mengapa demikian? Ini karena selama berjalannya waktu telah terjadi perubahan, tetapi perubahan tersebut belum dicatat. Jadi, saldo akun masih bersifat sementara.



Contoh
a. Perlengkapan



Selama satu periode telah terjadi pemakaian perlengkapan, tetapi belum dicatat maka saldo akun tersebut perlu disesuaikan pada akhir periode sehingga mencerminkan jumlah yang sebenarnya.


b. Aktiva Tetap


Pemakaian aktiva tetap selama satu periode mengurangi nilai buku aktiva tetap yang bersangkutan, yang sebenarnya dicatat sebagai beban penyusutan dan menambah akunakumulasi penyusutan untuk aktiva tetap yang bersangkutan.


c. Beban/Biaya Dibayar di Muka

Selama waktu berjalan jumlah biaya berkurang, tetapi pengurangannya belum dicatat, seperti asuransi dibayar di muka, sewa dibayar di muka, dan iklan dibayar di muka. Sebaliknya, beban yang masih harus dibayar, seperti beban gaji, pajak, bunga, dan lainnya.



d. Pendapatan/Beban


Yang dicatat dalam akun merupakan pendapatan/beban periode yang bersangkutan. Jika mencakup jumlah untuk periode yang berikutnya, pendapatan perlu dikurangkan. 


Sebaliknya, jika ada pendapatan/beban periode bersangkutan, belum diperhitungkan, maka pendapatan perlu ditambahkan.


Agar saldo akhir sesuai dengan saldo yang sesungguhnya (riil), pendapatan dan beban harus sesuai jumlah dengan pendapatan dan beban periode yang bersangkutan.


Perlu diinventarisasi data akhir periode yang dijadikan sebagai dasar penyesuaian (adjustment). Pencatatan penyesuaian dalam bentuk jurnal umum ini disebut juga dengan jurnal penyesuaian.


Pengertian Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo dalam akun sehingga saldo mencerminkan jumlah yang sebenarnya.

Dari informasi di atas, dapat ditarik kesimpulan fungsi jurnal penyesuaian adalah sebagai berikut.


a. Menetapkan saldo catatan akun buku besar pada akhir periode sehingga sesuai dengan saldo riil (yang sesungguhnya).


b. Menghitung pendapatan dan beban selama periode yang bersangkutan. Perhatikan catatan berikut ini!


Akun yang biasa memerlukan penyesuaian pada akhir periode, yaitu


a. akun perlengkapan, yang memerlukan penyesuaian karena ada pemakaian;


b. akun beban dibayar di muka, yang memerlukan penyesuaian karena waktu telah dijalani/jatuh tempo;


c. akun aktiva tetap, yang memerlukan penyesuaian karena ada penyusutan aktiva;


d. akun pendapatan, yaitu memerlukan penyesuaian karena ada pendapatan yang belum diperhitungkan atau penerimaan yang belum menjadi pendapatan;


e. akun beban, yang memerlukan penyesuaian karena ada beban yang belum diperhitungkan atau pembayaran yang belum menjadi beban;


f. akun pendapatan diterima di muka, yang memerlukan penyesuaian karena berjalannya waktu atau diserahkannya prestasi pada pelanggan.

Contoh

1. Akun perlengkapan menunjukkan saldo sementara Rp500.000,00. Data akhir periode: Perlengkapan masih ada senilai Rp100.000,00.



Analisis:


Akun perlengkapan (saldonya di sisi debit).
Maka dihitung jumlah yang habis terpakai atau yang telah di sisi debit beban, yaitu Rp500.000,00 - Rp100.000,00 = Rp400.000,00. Kemudian, catatlah dalam akun beban perlengkapan debit Rp400.000,00 dan kurangi jumlah akun perlengkapan sejumlah Rp400.000,00 seterusnya dicatat di sisi kredit.



Jurnal penyesuaiannya adalah


     Beban perlengkapan Rp400.000,00
                    Perlengkapan Rp400.000,00



2. Akun asuransi dibayar di muka menunjukkan saldo sementara Rp360.000,00. Data akhir periode: jumlah asuransi yang telah jatuh tempo adalah Rp120.000,00 yaitu untuk 4 bulan.

Akun asuransi dibayar di muka (saldonya di sisi debit), dicatat sebagai harta. Yang dicatat untuk penyesuaian adalah berapa jumlahnya yang sudah menjadi beban (yaitu sejumlah yang sudah jatuh tempo/sudah dijalani).


Yang disebut beban asuransi sebesar Rp120.000,00 di sisi debit. Kemudian dan dicatat pada akun asuransi dibayar di muka dikurangkan Rp120.000,00 dicatat di sisi kredit.


Jurnal penyesuaiannya adalah


Beban asuransi Rp120.000,00
               Asuransi dibayar di muka Rp120.000,00



3. Akun peralatan menunjukkan saldo Rp3.000.000,00. Pada akhir periode: peralatan disusutkan 10 %.


Analisis:

Akun peralatan (saldo di sisi debit). Penyusutan peralatan 10% x Rp3.000.000,00 = Rp300.000,00 dicatat sebagai beban penyusutan peralatan, di sisi debit.



Kemudian dicatat ke dalam akun akumulasi penyusutan peralatan Rp300.000,00 di sisi kredit untuk menampung setiap penyusutan peralatan setiap tahunnya.


Jurnal penyesuaiannya adalah


Beban penyusutan peralatan Rp300.000,00
             Akumulasi penyusutan peralatan Rp300.000,00



4. Akun pendapatan jasa menunjukkan jumlah Rp1.800.000,00. Data akhir periode: dari pendapatan tersebut sebesar Rp200.000,00 layanan kepada langganan belum dikerjakan.


Analisis:

Akun pendapatan jasa (saldo di sisi kredit). Jumlah pendapatan yang belum menjadi pendapatan adalah Rp200.000,00 karena pekerjaan/layanan kepada langganan belum dikerjakan. Jadi kurangkan akun pendapatan jasa Rp200.000,00 dan dicatat di sisi debit.



Kemudian catatlah ke dalam akun pendapatan diterima di muka Rp200.000,00 di sisi kredit karena dianggap sebagai utang.


Jurnal penyesuaiannya adalah


Pendapatan jasa Rp200.000,00
            Pendapatan diterima di muka Rp200.000,00



5. Akun beban iklan menunjukkan jumlah Rp250.000,00. Pada akhir periode, iklan yang dibayar untuk sepuluh kali pemasangan, sampai akhir periode baru terpasang enam kali.

Analisis:

Akun beban iklan (saldo di sisi debit). Dicatat sebagai beban, sedangkan yang dicatat untuk penyesuaian adalah berapa yang belum menjadi beban.

Neraca Saldo


Neraca Saldo Perusahaan Jasa - Sebuah perusahaan yang menggunakan bentuk buku besar berbentuk saldo, maka saldo perusahaan dapat diketahui secara langsung di setiap akhir masa tertentu. Namun, bila perusahaan menggunakan buku besar bentuk huruf T, saldonya harus dihitung terlebih dahulu selanjutnya baru disusun neraca saldo.

Daftar sisa atau neraca saldo adalah laporan tentang saldosaldo semua perkiraan yang terdapat pada buku besar. Jumlah angka yang terdapat dalam neraca sisa merupakan saldo normal tiap perkiraan buku besar, yang di antaranya sebagai berikut.
1. Akun atau Rekening Aktiva/Harta bersaldo normal debit, tetapi untuk Rekening Akumulasi penyusutan aktiva tetap bersaldo normal kredit.
2. Akun atau Rekening Kewajiban/Utang bersaldo normal kredit.
3. Akun atau Rekening Ekuitas/Modal bersaldo normal kredit, tetapi untuk Rekening Prive bersaldo normal debit.
4. Akun atau Rekening Pendapatan bersaldo normal kredit.
5. Akun atau Rekening Beban bersaldo normal debit.

Contoh:
Berdasarkan hasil posting Perusahaan ADHI JAYA Medan bulan Desember 2005 (Tabel 7. 2) dapat disusun neraca saldo seperti berikut.

BUKU BESAR

Pertanyaan: Apa pengertian dari Buku Besar Akuntansi?

kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi book of final entry yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.


Buku besar (ledger) adalah sebuah buku yang berisi kumpulan akun atau perkiraan (accounts). Akun (rekening) tersebut digunakan untuk mencatat secara terpisah aktiva, kewajiban, dan ekuitas.



Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.

Pertanyaan: Apakah Data Dalam Buku Besar akuntansi Sudah menggambarkan Data yang terperinci?

Jawaban: Data Dalam Buku Besar Akuntansi Belum Terperinci Karena:
Akun buku besar kadang-kadang tidak mencerminkan data secara rinci, seperti rekening Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang secara rinci, diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Dengan demikian ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu barang dagang.





Pertanyaan: Ada berapa Jenis Buku bEsar Akuntansi?

Jawaban: Jenis Buku bEsar Akuntansi teridi dari:
Buku Besar terbagi menjadi Buku Besar Umum (general Ledger) dan Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger). Sistem Buku Besar Umum menampilkan proses transaksi untuk Buku Besar Umum dan Siklus Pelaporan Keuangan. 


Buku Besar Umum sering disebut juga buku besar induk, yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan utang usaha dan modal.
Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri sendiri dan berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan.



Buku Besar Pembantu sering disebut juga buku tambahan, yaitu sekelompok rekening yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan utang usaha yang berfungsi member informasi yang lebih mendetail.




Pertanyaan: Apa Yang dimaksud dengan Buku Besar pembantu?

Jawaban: Yang dimaksud dengan Buku Besar pembantu adalah:
Buku besar pembantu digunakan untuk mencatat rincian akun tertentu yang ada di Buku Besar Umum. Akun Buku Besar Umum yang rinciannya dicatat dalam Buku Besar Pembantu disebut Akun Pengawas (Controlling Account). Sedangkan akun-akun yang merinci akun pengawas disebut Akun Pembantu (Subsidiary Account). 


Dua buku besar pembantu yang umum adalah Buku Pembantu Kewajiban (Hutang) dan Buku Pembantu Piutang. Untuk entitas sektor publik, setiap akun bisa atau perlu dibuat buku besar pembantu karena mengingat luasnya akun-akun dalam setiap entitas. Untuk selanjutnya, buku besar umum sering disingkat menjadi buku besar dan buku besar pembantu yang disingkat dengan nama buku pembantu.

Pertanyaan: Jelaskan 2 Jenis Buku besar Pembantu?


Jawaban: Berikut Penjelasan tentang 2 Jenis Buku Pembantu:


Buku Besar Pembantu Piutang Usaha sering disebut juga buku piutang yang disediakan khusus untuk merinci langganan kredit, kepada siapa sajakah perusahaan melakukan transaksi penjualan kredit, dimanakah alamatnya dan berapakah jumlahnya.
Dalam buku piutang, keadaan tagihan kepada tiap langganan dicatat dalam daftar-daftar tersendiri. Perubahan piutang dagang secara keseluruhan dicatat pada perkiraan piutang dagang di buku besar umum, sebagai perkiraan induk. Sedangkan perubahan kepada masing-masing langganan dicatat pada perkiraan masing-masing dalam perkiraan buku besar pembantu piutang.


Buku Besar Pembantu Utang sering disebut juga buku utang. Buku ini disediakan khusus untuk mencatat masing-masing pemasok secara terperinci yang banyaknya ditentukan oleh banyaknya pemasok yang memberikan pinjaman kredit, baik berupa barang dagangan maupun aktiva lainnya.
Seperti halnya dalam buku piutang, dalam buku utangpun keadaan utang pada setiap pemasok dicatat dalam daftar-daftar tersendiri. Perubahan utang secara keseluruhan dicatat pada perkiraan utang dagang dalam buku besar umum. Sedangkan perubahan kepada masing-masing pemasok, dicatat pada perkiraan masing-masing dalam buku besar pembantu.





Pertanyaan: Apa tujuan dan Fungsi dibuat Buku Besar Akuntansi?


Jawaban: tujuan dan Fungsi dibuat Buku Besar Akuntansi adalah:


Sistem Buku Besar Umum mempunyai beberapa tujuan, yaitu untuk:
-mencatat semua transaksi akuntansi secara akurat dan benar.
-memposting transaksi-transaksi ke akun yang tepat.
-menjaga keseimbangan debet dan kredit pada akun.
-mengakomodasi entry jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.
-menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan tepat waktu untuk setiap periode akuntansi


fungsi dari Sistem Buku Besar Umum adalah:
-Mengumpulkan data transaksi.
-Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun.
-Memvalidasikan transaksi yang terkumpul.
-Meng-update-kan akun Buku Besar Umum dan File transaksi.
-Mencatatkan penyesuaian terhadap akun.
-Mempersiapkan laporan keuangan.



Kegunaannya Buku Besar pembantu adalah:
-Memudahkan penyusunan laporan keuangan, karena buku besar umum terdiri dari akun-akun yang jumlahnya lebih sedikit. Hal ini juga akan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum.
-Ketelitian dalam pembukuan dapat diuji dengan membanding-kan saldo dalam akun buku besar umum dengan jumlah saldo-saldo dalam buku pembantu.
-Dapat diadakan pembagian tugas dalam pengrjaan akuntansi.
-Memungkinkan pumbukuan harian dari bukti-bukti pendukung transaksi kedalam buku pembantu.
-Bisa segera diketahui jumlah macam-macam elemen.
-untuk pengendalian akuntansi yang banyak elemennya, seperti Hutang, Piutang, dan Persediaan.






Pertanyaan: Apa saja Bentuk Buku Besar Akuntansi Yang ada?

Jawaban: Bentuk Buku Besar akuntansi terdiri dari:
-Bentuk T (T account)
-Bentuk Skontro
-Bentuk staffle berkolom saldo tunggal
-Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap

Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan Bentuk T (T account) Buku besar Akuntansi?

Jawaban: Bentuk T (T account) Buku besar Akuntansi adalah:
buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk seperti huruf T besar. Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akun diletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.


Contoh buku besar bentuk T :


Nama Akun : Kas                                                                                      Kode : 101

Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan Bentuk Skontro Buku besar Akuntansi?


Jawaban: Bentuk Skontro Buku besar Akuntansi adalah:

Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom. Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit. 


Contoh buku besar skontro :


Nama Akun : Utang Usaha                                                                                    Kode : 201

Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Tanggal
Keterangan
Ref
Kredit













Pertanyaan: APA Pengertian Siklus Akuntansi?

Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan Bentuk staffle berkolom saldo tunggal Buku Besar Akuntansi?


Jawaban: Bentuk staffle berkolom saldo tunggal Buku Besar Akuntansi adalah:

Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak. 


contohnya dibawah ini :




Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap Buku Besar Akuntansi?


Jawaban: Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap Buku Besar Akuntansi adalah:

Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal. Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit, 


contohnya di bawah ini :







Pertanyaan: Bagaimana cara Posting Ke dalam Buku Besar Akuntansi?


Jawaban: Berikut cara Posting Ke dalam Buku Besar Akuntansi:


Pencatatan saldo awal dari data neraca awal (jika perusahaan sudah berdiri sebelum periode bersangkutan). Rekening yang ada di sisi debet neraca dicatat sebagai saldo debet dan rekening yang di sisi kredit neraca dicatat sebagai saldo kredit. 


Pencatatan tanggal terjadinya transaksi yang diambilkan dari tanggal transaksi pada jurnal, ke kolom tanggal rekening buku besar yang bersangkutan.



Pencatatan keterangan yang diambilkan dari keterangan/uraian dari jurnal ke kolom keterangan pada rekening buku besar yang bersangkutan.



Pencatatan jumlah debet dalam jurnal ke kolom debet rekening yang bersangkutan, dan mencatat jumlah kredit dalam jurnal ke kolom kredit rekening yang bersangkutan.



Pencatatan nomor halaman jurnal ke kolom referensi (Ref) rekening buku besar yang bersangkutan



Jika rekening dalam jurnal sudah dibukukan ke dalam rekening buku besar, di kolom referensi jurnal dicatat nomor kode rekening yang bersangkutan.



Jika digunakan rekening yang berbentuk tiga kolom atau empat kolom, carilah saldonya dengan cara membandingkan antara jumlah saldo dengan pencatatan transaksi tersebut. Pencatatan debet akan menambah saldo debet atau mengurangi saldo kredit, sedangkan pencatatan kredit akan mengurangi saldo debet atau menambah saldo kredit.



Sebagai contoh pada tanggal 1 Juli 2006 cleaning service Khrisna menerima uang tunai sebesar Rp 30.000.000,00 sebagai setoran investasi Khrisna dalam perusahaannya.
Transaksi tersebut dicatat dalam jurnal umum sebagai berikut :





Pertanyaan: Apa arti dari Kode di kolom Reff Buku besar Akuntansi?


Jawaban: arti dari Kode di kolom Reff Buku besar Akuntansi adalah:

Pengkodean kolom Reff dalam Buku Besar diambilkan dari Buku Jurnal pada saat transaksi dipindahkan ke Buku Besar, atau dengan kata lain bahwa pemberian kode di buku besar dilakukan saat posting dilakukan.


Misalnya dalam kolom referensi (Ref) Buku Jurnal ditulis nomor 111 dan 311. Artinya data yang bersangkutan sudah dipindahkan ke dalam buku besar akun nomor 111 dan 311. Dalam buku besar akun yang di debit (Kas) dalam kolom referens ditulis JU-1 artinya data yang bersangkutan diposting dari Jurnal Umum halaman. Demikian pula untuk akun yang di kredit.